Perawatan Syaraf Gigi
Assalamualaikum wr wb
Mudah-mudahan kawan semua dalam keadaan sehat walafiat, terutama pada gigi :D, kenapa? karna gue sih udah ngalamin berbagai macam permasalahan gigi, gigi gue sih sebenarnya rapi, bagus, cantik rupawan *eh lebay , tapi berhubung gue pernah mengalami insiden (insiden yang gk bangetlah) yaitu jatuh dariiiiiiiiiiii SEPEDA (hari gini masih jatuh dari sepeda, mending motor kali ya, tapi janganlah dua-duanya), oleh karna itu sejak saat itulah permasalahan gigi gue dimulai. oke gue mulai aja ya, sekalian gue mau share pengalaman perawatan syaraf gigi yang sedang gue lakukan sekarang, mana tau ya kan membantu para bro and sistaa semua yang akan melakukan PSA (Perawatan Syaraf Gigi). Terima kasih *sama-sama (ngarep)
Insiden tersebut bermula pertengahan januari, (que naik sepeda-jatuh-keluar darah-bengkak) que gak usah ceritain yaa proses gue jatuh karna itu memalukannn, sangat memalukannn :( , saat gigi gue bengkak gue berobatlah ke salah satu rumah sakit ternama dikota que, que konsultasikanlah permasalahan yang gigi gue alamin sekarang ini, setelah dilihat, diraba dan diterawang sama dokter yang cantik dan ramah, akhirannya dia mengambil kesimpulan *jeng jeng,
D : "Mbak ini nanti setelah satu bulan jatuh harus segera diperiksa lagi ya"
Q : "kenapa dok"
D : "biasanya setelah pasien jatuh itu syarafnya mati, tanda syaraf telah mati adalah gigi berubah warna menjadi agak kehitaman atau abu-abu"
Q : "itu emang selalu kayak gt ya dok, setiap yang jatuh pasti syarafnya mati"
D : "loh iya, abisnya kan gusi mbak ini berdarah dan itu kemungkinan besar ada syaraf yang kena, tapi saya gak jamin juga lo, mudah-mudahan enggak"
Q : "seandainya kurang dari satu bulan gigi saya udah berubah warna itu bagaimana dok"
D : "ya itu harus segera diperiksa mbak, karna jika dilamain walaupun udah gk bengkak lagi maka warna gigi akan semakin gelap, loh makanya sebelum gigi itu semakin gelap harus dilakukan perawatan syaraf gigi"
Q :"oh (*hanya itu reaksi gue, sambil memikirkan gue mau kepo apalagi yaa)
akhirnya dokter yang ngomong karena mungkin dia tau gue bingung kali ya
D :"perawatan syaraf gigi itu dilakukan karena adanya jaringan pulpa gigi yang terinfeksi dan sudah mengengai akar gigi, penyebabnya bermacam-macam bisa karena gigi berlubang, terbentur dll *panjang lebar dokter jelasin .. akhirnya...
Q : "Oke dok dari pada gigi saya dicabut mending perawatan aja lah yaa"
D : "Iya betul itu"
Akhirnya gue mengambil keputusan apabila gigi gue mulai berubah warna sedikit aja gue langsung ke dokter, akhirnya waktu yang dinanti tibaa, *jeng jeng , gigi gue agak lebih gelap dari gigi sebelah (klo diperhatikan lebih sih sebenarnya), besoknya gue segera ke klinik BPJS, hahhaha (setelah gue browsing ternyata biaya perawatan syaraf gigi lumayan mahal, dan harus berkali-kali, makanya gue pake rujukan BPJS untung dokternya baik mau ngasih rujukan, ya kannn :D), tibalah saatnya gue kerumah sakit, walaupun bukan rumah sakit yang pertama ketika gue jatuh, gue ceritain kondisi mengenaskan gue dari awal hingga akhir yang berepisode episode, akhirnya itu dokter mau juga ngedengerin padahal mungkin kali ya dalam hatinya *elu mau perawatan syaraf gigi kan yaudah jangan banyak cerita lu -duduk sana sambil duduk kursi panas kan, eh kursi pasien dokter gigi. akhirnya setelah gue selesai cerita dia mengehela nafas *akhirnyaaaaaa .disuruhnya gue duduk trus dibilang gigi yang ini ya? dalam hati gue *ya elah dok kan saya udah cerita panjang lebar tinggi dari tadi, masak gak tau juga gigi yang mana,tapi cuman dalam hati aja, hahaha, akhirnya gue bilang iya dok setelah itu dokter mulai mengebor gigi gue, gue gak tau dia ngapain aja yang jelas selama proses pengeboran sampai gigi gue ditambal sementara lagi itu gak ada sama sekali sakit. setelah gigi gue ditambal sementara sidokter bilang gue harus datang minggu depan lagi, gue dikasih resep disuruh ambil diapotik yaitu amoxcilin dan paracetamol, yaudah setelah dokter bilang gitu gue pamit dan tak lupa mengucapkan terima kasih dan doa*karena ternyata gak sakit sama sekali, alhamdulillah :). setelah kunjungan pertama gue secara teratur ngikutin setiap pertemuan, sampai harinya gak ada yang gue lewatin atau gue cepetin pokoknya pas lah, gue ngikutin pertemuan itu hampir 6x yang berarti gue harus bolak balik ke klinik utama gue buat ambil rujukan, yang akhirnya gue dinyatakan perawatan syaraf gigi gue selesai. jangan tanya gimana proses dari pertemuan pertama sampai akhir ya secara gue tutup mata, hahaha, gue gak tau ni gigi diapain yang gue tau kadang terasa seperti ada besi yang dimasukkan kedalam gigi. selama 6x pertemuan ini gue tekankan bahwa tidak ada terasa sama sekali sakit. titik...
Lanjutttt yaaa, setelah itu gue ngira udah selesai lah ya kan, karena gue niat buat nambal gigi gue, secara retak dibawahnya walaupun cuman sedikit sih, tapi gue ngerasa ada yang janggal nih di gigi gue, gue ngerasa gk nyaman gt kadang gue tekan rada sakit, trus klo gue tekan gusi atas agak nyeri, akhirnya gue kembali lah ke rumah sakit awal gue, gue ceritain lah, trus sidokter nyarain buat foto rongsent, akhirnya gue foro ronsen lah dengan membayar 89rb buat dapatin tu hasil gigi, setelah itu gue bawa foto hasil gigi itu kedokter, dilihat, dirawa dan diterawang sama dokter akhirnya sidokter bilang gini *kata-kata yang bagi gue lumayan menyeramkan .
D : "Mbak ini harus dibongkar lagi ya perawata yang sebelumnya"
Q : "kenapa dok?"
D : "iya ini, masih ada bagian yang hitam dan belum sampai keujung obatnya, sehingga itulah yang menyebabkan sakit"
Q : "yang hitam yang dikit ini dok?, sambil nunjuk foto"
D : "iya, seharusnya kan obatnya sampai ujung"
Q : "klo saya biarin aja dok, gimana?"
D : "Jangan, mungkin klo untuk sementara waktu gk apa, tapi takutnya 6 bulan kemudain bengkak di gusi, klo udah bengkak digusi takutnya nanti malah harus dicabut" * sumpah ni dokter nakutin gue banget
Q : "yaudah deh dok, saya perawatan syaraf gigi lagi, berarti harus ngambil rujukan lagi"
D : "iya mbak, sambil senyum"
Q : "Makasih ya dok"
D : "Sama-sama mbak"
Akhirnya gue kembali keklinik awal ambil rujukan lagi sambil nyeritain kronologis sejarah peristiwa kenapa harus dilakukan perawatan syaraf gigi lagi. lanjut part 2 yaaa, karna episode ini masih panjang....
Mudah-mudahan kawan semua dalam keadaan sehat walafiat, terutama pada gigi :D, kenapa? karna gue sih udah ngalamin berbagai macam permasalahan gigi, gigi gue sih sebenarnya rapi, bagus, cantik rupawan *eh lebay , tapi berhubung gue pernah mengalami insiden (insiden yang gk bangetlah) yaitu jatuh dariiiiiiiiiiii SEPEDA (hari gini masih jatuh dari sepeda, mending motor kali ya, tapi janganlah dua-duanya), oleh karna itu sejak saat itulah permasalahan gigi gue dimulai. oke gue mulai aja ya, sekalian gue mau share pengalaman perawatan syaraf gigi yang sedang gue lakukan sekarang, mana tau ya kan membantu para bro and sistaa semua yang akan melakukan PSA (Perawatan Syaraf Gigi). Terima kasih *sama-sama (ngarep)
Insiden tersebut bermula pertengahan januari, (que naik sepeda-jatuh-keluar darah-bengkak) que gak usah ceritain yaa proses gue jatuh karna itu memalukannn, sangat memalukannn :( , saat gigi gue bengkak gue berobatlah ke salah satu rumah sakit ternama dikota que, que konsultasikanlah permasalahan yang gigi gue alamin sekarang ini, setelah dilihat, diraba dan diterawang sama dokter yang cantik dan ramah, akhirannya dia mengambil kesimpulan *jeng jeng,
D : "Mbak ini nanti setelah satu bulan jatuh harus segera diperiksa lagi ya"
Q : "kenapa dok"
D : "biasanya setelah pasien jatuh itu syarafnya mati, tanda syaraf telah mati adalah gigi berubah warna menjadi agak kehitaman atau abu-abu"
Q : "itu emang selalu kayak gt ya dok, setiap yang jatuh pasti syarafnya mati"
D : "loh iya, abisnya kan gusi mbak ini berdarah dan itu kemungkinan besar ada syaraf yang kena, tapi saya gak jamin juga lo, mudah-mudahan enggak"
Q : "seandainya kurang dari satu bulan gigi saya udah berubah warna itu bagaimana dok"
D : "ya itu harus segera diperiksa mbak, karna jika dilamain walaupun udah gk bengkak lagi maka warna gigi akan semakin gelap, loh makanya sebelum gigi itu semakin gelap harus dilakukan perawatan syaraf gigi"
Q :"oh (*hanya itu reaksi gue, sambil memikirkan gue mau kepo apalagi yaa)
akhirnya dokter yang ngomong karena mungkin dia tau gue bingung kali ya
D :"perawatan syaraf gigi itu dilakukan karena adanya jaringan pulpa gigi yang terinfeksi dan sudah mengengai akar gigi, penyebabnya bermacam-macam bisa karena gigi berlubang, terbentur dll *panjang lebar dokter jelasin .. akhirnya...
Q : "Oke dok dari pada gigi saya dicabut mending perawatan aja lah yaa"
D : "Iya betul itu"
Akhirnya gue mengambil keputusan apabila gigi gue mulai berubah warna sedikit aja gue langsung ke dokter, akhirnya waktu yang dinanti tibaa, *jeng jeng , gigi gue agak lebih gelap dari gigi sebelah (klo diperhatikan lebih sih sebenarnya), besoknya gue segera ke klinik BPJS, hahhaha (setelah gue browsing ternyata biaya perawatan syaraf gigi lumayan mahal, dan harus berkali-kali, makanya gue pake rujukan BPJS untung dokternya baik mau ngasih rujukan, ya kannn :D), tibalah saatnya gue kerumah sakit, walaupun bukan rumah sakit yang pertama ketika gue jatuh, gue ceritain kondisi mengenaskan gue dari awal hingga akhir yang berepisode episode, akhirnya itu dokter mau juga ngedengerin padahal mungkin kali ya dalam hatinya *elu mau perawatan syaraf gigi kan yaudah jangan banyak cerita lu -duduk sana sambil duduk kursi panas kan, eh kursi pasien dokter gigi. akhirnya setelah gue selesai cerita dia mengehela nafas *akhirnyaaaaaa .disuruhnya gue duduk trus dibilang gigi yang ini ya? dalam hati gue *ya elah dok kan saya udah cerita panjang lebar tinggi dari tadi, masak gak tau juga gigi yang mana,tapi cuman dalam hati aja, hahaha, akhirnya gue bilang iya dok setelah itu dokter mulai mengebor gigi gue, gue gak tau dia ngapain aja yang jelas selama proses pengeboran sampai gigi gue ditambal sementara lagi itu gak ada sama sekali sakit. setelah gigi gue ditambal sementara sidokter bilang gue harus datang minggu depan lagi, gue dikasih resep disuruh ambil diapotik yaitu amoxcilin dan paracetamol, yaudah setelah dokter bilang gitu gue pamit dan tak lupa mengucapkan terima kasih dan doa*karena ternyata gak sakit sama sekali, alhamdulillah :). setelah kunjungan pertama gue secara teratur ngikutin setiap pertemuan, sampai harinya gak ada yang gue lewatin atau gue cepetin pokoknya pas lah, gue ngikutin pertemuan itu hampir 6x yang berarti gue harus bolak balik ke klinik utama gue buat ambil rujukan, yang akhirnya gue dinyatakan perawatan syaraf gigi gue selesai. jangan tanya gimana proses dari pertemuan pertama sampai akhir ya secara gue tutup mata, hahaha, gue gak tau ni gigi diapain yang gue tau kadang terasa seperti ada besi yang dimasukkan kedalam gigi. selama 6x pertemuan ini gue tekankan bahwa tidak ada terasa sama sekali sakit. titik...
Lanjutttt yaaa, setelah itu gue ngira udah selesai lah ya kan, karena gue niat buat nambal gigi gue, secara retak dibawahnya walaupun cuman sedikit sih, tapi gue ngerasa ada yang janggal nih di gigi gue, gue ngerasa gk nyaman gt kadang gue tekan rada sakit, trus klo gue tekan gusi atas agak nyeri, akhirnya gue kembali lah ke rumah sakit awal gue, gue ceritain lah, trus sidokter nyarain buat foto rongsent, akhirnya gue foro ronsen lah dengan membayar 89rb buat dapatin tu hasil gigi, setelah itu gue bawa foto hasil gigi itu kedokter, dilihat, dirawa dan diterawang sama dokter akhirnya sidokter bilang gini *kata-kata yang bagi gue lumayan menyeramkan .
D : "Mbak ini harus dibongkar lagi ya perawata yang sebelumnya"
Q : "kenapa dok?"
D : "iya ini, masih ada bagian yang hitam dan belum sampai keujung obatnya, sehingga itulah yang menyebabkan sakit"
Q : "yang hitam yang dikit ini dok?, sambil nunjuk foto"
D : "iya, seharusnya kan obatnya sampai ujung"
Q : "klo saya biarin aja dok, gimana?"
D : "Jangan, mungkin klo untuk sementara waktu gk apa, tapi takutnya 6 bulan kemudain bengkak di gusi, klo udah bengkak digusi takutnya nanti malah harus dicabut" * sumpah ni dokter nakutin gue banget
Q : "yaudah deh dok, saya perawatan syaraf gigi lagi, berarti harus ngambil rujukan lagi"
D : "iya mbak, sambil senyum"
Q : "Makasih ya dok"
D : "Sama-sama mbak"
Akhirnya gue kembali keklinik awal ambil rujukan lagi sambil nyeritain kronologis sejarah peristiwa kenapa harus dilakukan perawatan syaraf gigi lagi. lanjut part 2 yaaa, karna episode ini masih panjang....
Komentar
Posting Komentar